Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aplikasi Android dalam Rangkaian Elektronika (Electrodoc Part 1)

Dalam perhitungan rumus elektronika yang mungkin sebagian orang hal itu dianggap sulit seperti menghitung tegangan, arus, dan hambatan listrik maka sekarang sudah ada aplikasi android yang bisa digunakan untuk mengetahui komponen elektronika dan dapat menghitung nilai-nilai besaran listrik. Aplikasi yang digunakan banyak tetapi dalam tulisan ini yang kita bahas adalah aplikasi android yang bernama Electrodoc. Silahkan saja download dari Playstore lalu ketikkan “elektrodoc” dan di install. Gambar aplikasinya seperti ini :

Fitur-fitur dalam aplikasi elektrodoc, yaitu :

1.   Kode Warna Resesitor

Resistor merupakan hambatan listrik. Satuan hambatan listrik adalah ohm, simbolnya adalah “ Ω “. Banyak jenis komponen elektronika yang termasuk hambatan listrik, salah satunya adalah Resistor. Perhitungan nilai resistor berdasarkan gelang warnanya. Dalam aplikasi ini kita dapat menghitung nilai resistor berdasarkan gelang warnanya. Langkahnya cukup mudah tinggal tekan saja warna yang kita kehendaki mulai dari gelang ke 1 hingga gelang ke 4. Misalnya resistor memiliki warna gelang : Merah, Kuning, Coklat, dan emas maka nilainya akan langsung muncul diatas yaitu : 240 ohm dengan nilai toleransi +5%. 



Sebaiknya nilai resistor bisa dibaca dengan cepat tanpa menggunakan aplikasi, yaitu dengan cara menghafal urutan gelang warnanya. Untuk teori dasar resistor dan cara menghafal urutan gelang warnanya bisa dibaca pada link : Cara membaca gelang warna resistor
Untuk videonya bisa ditonton dibawah ini:



sumber : https://www.youtube.com/watch?v=WKau9GqCr_U&t=62s

2.  Kode Resistor SMD

Komponen resistor selain menggunakan gelang warna, maka ada jenis resistor yang sangat kecil yang dinamakan resistor jenis SMD (Surface Mounting Devices), contohnya seperti gambar ini :



Untuk menghitungnya silahkan langsung masukkan angka yang tertera dalam body resistor SMD misalnya 105, sehingga nilainya akan muncul sebesar 1 MΩ seperti pada gambar dibawah ini:



Dasar perhitungan nilai resistor SMD bisa lihat pada gambar dibawah ini:



3.  Kode warna induktor

Induktor merupakan suatu kumparan kawat dan dalam inti kumparan ada yang berinti besi dan ada berinti udara. Satuan induktansi pada induktor ialah : Henry (H). Untuk satuan yang lebih kecil sering ditulis mili Henry (mH) dan mikro Hendry (µH). Bentuk induktor bermacam-macam seperti pada gambar dibawah ini:



Dari beberapa macam induktor yang ada, maka ada induktor yang mirip resistor karena nilainya dilambangkan dengan gelang warna juga. Untuk menghitung induktor yang memiliki gelang warna maka caranya sama seperti menghitung resistor. Silahkan saja pilih warnanya maka nilainya akan langsung muncul seperti dibawah ini :

Nilai induktor diatas adalah 240 mikro Henry dengan toleransi + 10%


4.   Hukum Ohm

Hukum Ohm wajib dikuasai oleh seseorang yang berkecimpung dalam dunia listrik atau elektronika. Rumus ini merupakan rumus sederhana hubungan antara Tegangan (V), arus listrik (I) dan Hambatan listrik (R).

 

Hukum ohm juga dikenal dengan istilah Ohm’s Laws yang pertama kali diperkenalkan di tahun 1825 oleh seorang fisikawan asal Jerman, yaitu Georg Simon Ohm. Hukum ohm berbunyi:

“Besarnya arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial/tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”

 

Sekema rangkaiannya adalah : 

 

Dari bunyi hukum ohm, maka didapatkan sebuah Rumus yaitu:

V = I x R

I = V/R

R = V/I

 

Dimana :

V = tegangan dalam satuan volt (V)

I = arus listrik dalam satuan ampere (A)

R = Resistansi/hambatan listrik dalam satuan Ohm (Ω)

 

Untuk memudahkannya bisa lihat contoh soal berikut ini:

 

Lihat gambar berikut ini. Jika diketahui nilai resistor 10 KΩ dan tegangan sumber (Vs) = 6 volt, maka hitunglah besarnya arus yang mengalir !

Diketahui:

Vs = 6 V

R = 10 KΩ = 10.000 Ω

 

Ditanya :

I = ?

 

Jawab:

I = V/R

I = 6 / 10.000 = 0,0006 A

Nilai 0,0006 Amper bisa dikonversi menjadi nilai arus yang lebih kecil yaitu mili ampere (mA) atau mikro ampere (µA), sehingga hasilnya :

0,0006 A = 0,6 mA = 600 µA

Untuk mengerjakan soal tersebut menggunakan aplikasi Electrodoc silahkan buka Hukum Ohm’s lalu lakukan langkah sebagai berikut :

Masukkan nilai V dengan cara tekan V (yang berwarna hijau) lalu isikan dengan 6 V lalu tekan OK

Masukkan nilai R dengan cara tekan R (yang berwarna hijau) lalu isikan dengan 10 KΩ lalu tekan OK.


Lalu tekan tulisan paling bawah “Terapkan nilai” maka hasilnya akan keluar seperti pada gambar dibawah ini :

Dalam gambar tertulis juga dayanya. Rumus daya (P) adalah perkalian antara tegangan dengan arus listrik. Satuan daya adalah Watt (W) dan satuan terkecilnya bisa mili watt (mW) atau mikro watt (µW). Sehingga rumus daya dapat ditulis sbb :

P = V.I

Hasilnya :

P = 6 x 0,0006 = 0,0036 Watt

Atau satuan yang lebih kecil lagi yaitu = 3,6 mW.

Silahkan anda ujicoba dengan nilai-nilai V, R, dan I yang berbeda-beda. Cari menggunakan rumus secara manual lalu buktikan kebenarannya  dengan menggunakan aplikasi Electrodoc ini.

Selamat mencoba !

Untuk pembahasan berikutnya akan kita bahas fitur-fitur lainnya pada aplikasi electrodoc part 2.


2 komentar untuk "Aplikasi Android dalam Rangkaian Elektronika (Electrodoc Part 1)"

  1. Artikelnya sangat membantu siswa yang belajar daring, sangat menginspirasi untuk rekan rekan Guru, terimakasih pak hendry, (dr Temen PLPG LEC Kartika 2008)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Pak. (perjuangan kita yg berat saat PLPG ya Pak....)

      Hapus